Fokus

Xenia Maut, Afriyani, dan Narkoba

Catatan Daihatsu mengungkapkan mobil itu selalu diservis berkala di bengkel ADM.

Selasa, 24 Januari 2012, 22:33 WIB
Eko Priliawito, Desy Afrianti
Afriyani Susanti, pengemudi "Xenia Maut" (tvOne)

VIVAnews – Selasa, 24 Januari 2012, Afriyani Susanti yang berkaos biru tepekur sendirian di sel karantina nomor 22 di Blok B Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta. Diungkapkan seorang sumber VIVAnews.com, pengendara Xenia maut itu tak terlihat menangis. Dia hanya tampak banyak-banyak mengaji di dalam bui. 

Perempuan berumur 29 tahun itu tiba-tiba menjadi seorang pembunuh yang membetot perhatian publik. Daihatsu Xenia yang dikendarainya menabrak belasan pejalan kaki dan tak ayal menewaskan sembilan orang dan melukai empat lainnya. Malapetaka itu terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat, hari Minggu kemarin. 

Kasus ini menambah deret panjang korban tewas di jalan raya. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menunjukkan sepanjang tahun 2011 terjadi 7.778 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta. Tak kurang, 9.731 orang jadi korban, termasuk 997 di antaranya meninggal dunia. 

Dari hasil penyidikan, polisi akan menjerat Afriyani dengan pasal berlapis. Dia antara lain dinyatakan melanggar Undang-undang Lalu Lintas pasal 283 soal mengemudikan kendaraan bermotor secara tak wajar, pasal 287 ayat 5 tentang pelanggaran aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dalam berkendara, dan pasal 310 ayat 1 sampai 4 tentang mengakibatkan kecelakaan yang melukai dan menewaskan korban.

Belum habis, dia juga diancam Pasal 112 jo 123 sub 127 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Toh begitu, Afriyani hanya diancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp12 juta.

Tiga rekan Afriyani—masing-masing berinisial DNM, ART, dan ADP—pada Selasa, 24 Januari 2012, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus narkoba dan ikut ditahan. Berdasarkan tes urin, keempat penumpang mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI itu dinyatakan positif menggunakan ekstasi yang mereka beli di Diskotek Stadium. 

Kepolisian memastikan penyidikan akan terus dikembangkan ke kasus narkoba. Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Istana Negara, mengatakan, "Sudah dilakukan penyidikan oleh Polda Metro Jaya, tentunya bukan hanya kecelakaan tapi juga termasuk hasil yang mengarah kepada pemakaian obat terlarang." 

Untuk semakin memastikan penyebab kecelakaan maut itu, Polda Metro Jaya telah menurunkan tim analisis dari unit Pusat Laboratorium Forensik untuk melakukan identifikasi lanjutan di lokasi kecelakaan, bersama pihak Daihatsu, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Selain untuk mengurai malapetaka itu, mereka mengecek keterangan Afriyani yang berkali-kali berdalih kalau rem mobilnya blong sehingga dia hilang kendali.

Ada empat faktor utama yang menjadi fokus penelitian: pengemudi, kondisi kendaraan, lingkungan atau cuaca, dan infrastruktur jalan. Berita-berita soal Xenia maut Afriyani bisa diklik di tautan ini.

Setelah meneliti lokasi, tim mekanik Daihatsu memastikan kalau mobil buatan tahun 2005 itu tidak punya masalah apapun pada komponennya, termasuk remnya--meski mobil tak dilengkapi fitur pengereman ABS (antilock break system). Mereka menyimpulkan, sebelum kecelakaan, Xenia tipe 1.3Xi (versi standar) ini masih layak dikendarai dan selalu diservis berkala. Lihat foto analisis lokasi kecelakaan di tautan ini.

"Minyak rem masih terisi penuh, tidak ditemukan kebocoran di bagian minyak rem. Meski bagian gardan bergeser, tapi komponen dan pipa sasisnya masih dalam konsisi utuh," kata Head Domestic Marketing Divison Astra Daihatsu Motor (ADM), Rio Sanggau. "Kami cek kartu servisnya, mobil ini selalu rutin diperiksa di bengkel ADM."

Yang jadi penyebab, tim analisis menyimpulkan, ketika itu Afriyani memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, di atas 80 km per jam. Hilang kendali, ban mobil menabrak trotoar, terguling, dan tanpa ampun menghantam sejumlah pejalan kaki. 

Kecelakaan maut 

Tragedi berdarah ini terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat. Menewaskan sembilan orang, Afriyani bersama tiga penumpang--satu perempuan dan dua laki-laki--selamat. Afriyani bahkan sempat marah-marah kepada seorang pejalan kaki yang juga nyaris ditabraknya.

Seorang saksi mata yang selamat menuturkan Xenia Afriyani melaju sangat kencang. "Mobil itu bukan ngebut lagi, tapi sangat kencang dan sempat oleng, zig-zag," kata Suwarto, 54, seorang saksi mata.

Dikisahkan Suwarto, mobil datang dari arah Gambir. Ketika mendekati Tugu Tani, Xenia itu hilang kendali dan mulai menabrak para pejalan kaki di trotoar. Sebelumnya, mobil menabrak halte dan merangsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. Di halaman kantor itu, Xenia menyeruduk dua orang lagi sampai terpental, sebelum berhenti.

"Ada seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. Setelah kejadian, saya gemetar. Ini semua pertolongan Yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan," kata Suwarto.

Sembari merinding, dia mengisahkan, usai kecelakaan sebagian besar korban tak lagi bergerak—termasuk eorang bocah berusia 2,5 tahun dan bayi tiga bulan di kandungan Nanik Riyanti (25).

Berikut adalah korban meninggal dalam kecelakaan maut itu:

1. Moch Hudzaifal alias Ujay, 16 tahun.

2. Firmansyah, 21

3. Suyatmi, 51

4. Yusuf Sigit, 16

5. Ari, 2,5

6. Nanik Riyanti, 25 (hamil 3 bulan)

7. Fifit Alfia Fitriasih, 18

8. Wawan Hermawan, 24

9. Mochamad Akbar, 23

Korban luka:

1. Siti Mukaromah, 30

2. Keny, 8

3. Indra, 11

4. Teguh Hadi Purnomo, 30.

Kepada polisi, Afriyani mengaku bahwa malam sebelum petaka itu, dia bersama ketiga temannya tak tidur setelah semalaman mengikuti pesta perpisahan kawannya yang hendak berangkat ke Australia. "Pada pk. 20.00-22.00 WIB, mereka ada di Hotel Borobudur, ada pesta," kata Kepala Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Nugroho Aji.

Setelah itu, mereka pindah dugem ke sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, hingga pk. 02.00 WIB. Di sana mereka minum whisky dan bir. Belum puas, mereka lalu beranjak ke Diskotek Stadium di Jalan Hayam Wuruk. Di situ, mereka urunan membeli dua pil ekstasi dan baru keluar hari Minggu sekitar pk. 10.00 WIB. "Mereka berniat kembali ke Kemang, tapi keburu terjadi kecelakaan," kata Nugroho.

Kini juga terungkap, Afriyani ternyata berkendara tanpa memiliki SIM dan membawa STNK. 

Keluarga Afriyani pasrah mengakui kesalahan anak mereka. Hj. Yurnely (51), ibunda Afriyani, bahkan berniat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban secara terbuka melalui media massa, Rabu. Mewakili keluarga, Bawuk, Ketua RT 011/07 Sungai Bambu, Tanjung Priok, mengatakan keluarga Afriyani juga akan memberikan dana santunan bagi keluarga korban. (kd)

 

• VIVAnews
Rating
Komentar
sesy_tree
30/01/2012
bkn Buaya, hiu, singa, harimau predator yg paling buas, brbahaya, kejam & mematikn,ttpi manusia.Apalg klw manusia itu sdh d rasuki oleh minuman keras & obat2an trlarang,Turut berduka cita bagi korban yg meninggal dunia, bg kel. yg d tngglkn dpt tabah.
Balas   • Laporkan
ivoel
25/01/2012
comentnya pada sadis2 banget,,,menurut ane sech gan,mending hukumannya suruh tiduran aja tuch orang..terus lindas pakai mobil tronton yang sedang mengangkut buldoser/eskafator...
Balas   • Laporkan
estianty | 26/01/2012 | Laporkan
Iya nih.. Jgn terlalu sadis lah komennya.. Mending spt kata Cak ipul..dilindes aja pake tronton usah cukup kok..
reeleess | 25/01/2012 | Laporkan
setujuuuuuuuuuuuu
sedikitbacot
25/01/2012
mw menghardik pun tiada guna,biarkan proses berjalan....biarkan menjadi pelajaran dan mari sama2 mndukung agar pemerintah lebih memperhatikan soal penyebab kecelakaan...."Lihat sudah terbukti, kecelakaan Xenia itu dampak langsung dari penyalahgunaan minum
Balas   • Laporkan
sedikitbacot | 25/01/2012 | Laporkan
minuman keras dan narkoba," kata Buhari dari Farum Silaturahmi Pondok Pesantren Kota Tangerang kepada VIVAnews.com, Rabu 25 Januari 2012. "Tuhan memberi teguran langsung kepada Mendagri Gamawan Fauzi."
ardy.manafe
25/01/2012
Hukuman bagi Pengemudi Xenia harus berat, Sudah Tidak Punya SIM, Masih Konsumsi Narkoba lagi...... Kenakan pasal berlapis biar tau rasa dia.......
Balas   • Laporkan
estianty | 26/01/2012 | Laporkan
Khusus xenia ya?
jiih
25/01/2012
hukum seumur hidup aja tuch manusia..
Balas   • Laporkan
reeleess | 25/01/2012 | Laporkan
jangan. langsung hukum lindas aja
wandy72
25/01/2012
Drug,rampok,trus prkosa,trus bunuh satu paket cause akal sehat ndak bfungsi,makanya itu dilarang,ayo mikir...!qt simpati sama para korban,sia-sia karena ulah tolol,gadis tua. Ya Alloh jauhkan kami dari fitnah seperti ini.mari jaga keluarga kita.ampuni kmi
Balas   • Laporkan
dadan.ramdany1
25/01/2012
ituh mah keturunan yahudi kali ya mukanya tampa salah lagi
Balas   • Laporkan
drg.poekimak | 25/01/2012 | Laporkan
jangan suudzon dosa gan....
perie1726
25/01/2012
usut tuh bos Stadium diskotik
Balas   • Laporkan
770712050991 | 25/01/2012 | Laporkan
Klo itu sih trllu brat gan...Pak polisinya g bklan snggup kebrur di konci pake dilar!!!
raden_pramono
25/01/2012
sebaiknya jangan selalu menyalahkan kepada afriyani.. sekarang kita balik keadaan bagaimana jika kita di posisi afriyani??? atau keluarga kita di posisi afriyani????? apakah kita mau mendapatkan perlakuan seperti ini..!!!????
Balas   • Laporkan
wajahgeram | 26/01/2012 | Laporkan
satu kata buat raden purnomo: !! dasar kagak punya hati lu!
galigaul | 25/01/2012 | Laporkan
anak udah mabok dugem, trus ngedrug, gak punya sim nyetir sampai menghilangkan 9 nyawa itu namanya gak pake otak...ya panteslah kalo disalahkan. yg sok ngebela anak berarti sama...
juragan_kambing | 25/01/2012 | Laporkan
memang semua orang pasti punya kesalahan, tapi kesalahan yang kaya gimana dulu, 9 nyawa melayang, akibat kecerobohan, mau diganti pake apa nyawa yang ilang itu, 5 th penjara sama ganti rugi aja ga cukup bung, skarang coba kondisinya di balik, anda yang ja
arya_tedja
25/01/2012
Polisi emang ga punya hati nurani, hukuman cuma 6 tahun... Mendingan serahin aja tuh orang ke gue... Biar gue mampusin dengan cara ditabrak lagi pake mobil xenia juga :P
Balas   • Laporkan
estianty | 26/01/2012 | Laporkan
Punya SIM gan? ;p
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ