VIVAnews - Pemerintah diimbau tak perlu khawatir menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) optimistis kondisi inflasi Indonesia pada 2012 tidak akan terlalu berpengaruh dengan kebijakan tersebut.
"Inflasi pasti, tapi (dampak) ini tidak terlalu besar, yang pertama tetap beras," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS, Suryamin, ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 20 Januari 2012.
Suryamin mengakui, kenaikan harga BBM memang akan berdampak langsung dan tidak langsung pada kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah biaya produksi barang akan semakin meningkat.
"Tetapi besarnya (kenaikan) harus melihat dulu ke konsumen," tuturnya.
BPS menilai, laju inflasi saat ini relatif stabil yakni 3,79 persen hingga akhir 2011. Angka itu di bawah target pemerintah sebesar 5,3 persen. "Kalau inflasi stabil, jadi tidak usah khawatir (menaikkan BBM)," katanya.
Namun, BPS mengingatkan, pemerintah harus mengkaji secara tepat besaran kenaikan harga BBM. "Bisa Rp500 atau Rp1.000. Itu BPS harus data dulu," ujarnya.
Suryamin menambahkan, BPS kini tengah mengupayakan langkah pengendalian inflasi pada kuartal pertama 2012. Upaya tersebut adalah memantau kondisi pasokan dan permintaan serta faktor lain seperti imbas krisis global.
"Target pemerintah untuk inflasi 2012 masih 5,3 persen," kata Suryamin. (art)