VIVAnews - Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat tidak asal menolak rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda. Penolakan yang dilakukan oleh DPR itu telah didasari analisa yang obyektif.
"Saya dan teman-teman dengan sungguh-sungguh mempelajari dengan seksama tentang keunggulan dan kelemahan tank Leopard bekas yang akan dibeli TNI dengan harga cukup mahal, dan kemudian menyatakan menolak pembelian itu," ujar Tubagus dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Rabu 18 Januari 2012.
Sejauh ini, lanjut dia, hingga saat ini pemerintah --dalam hal ini Kementerian Pertahanan sebagai mitra kerja Komisi I-- belum pernah mengajukan usulan pembahasan rencana pembelian tank tersebut. Kemenhan belum resmi memberikan penjelasan kepada Komisi 1 tentang rencana pembelian 100 tank Leopard --terdiri dari 50 unit tipe 2A4 dan 50 unit tipe 2A6-- bekas dari Belanda. "Tank ini memang canggih, tapi cukup mahal," kata Tubagus.
Untuk tipe 2A4, kata dia, harganya 700.000 euro atau sekitar Rp8 miliar per unit, sedangkan tipe 2A6 800.000 euro atau sekitar Rp9,2 miliar per unit. Selain harga yang terlalu mahal, tank ini dinilai tak cocok untuk medan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan bertanah gembur. Sebab bobot tank ini lebih dari 60 ton. "Dan kurang taktis untuk sistem pertahanan pulau-pulau seperti di Indonesia," ujar Tubagus.
Dia menambahkan, sebenarnya atas perintah presiden pada tahun 2010, PT Pindad telah berhasil mengembangkan model medium tank dengan bobot 23 ton. Tank ini dinilai lebih cocok digunakan di Indonesia. "Itu sudah menjadi prototipe, tinggal dikembangkan. Lebih ringan, lincah dan murah karena diproduksi anak bangsa," katanya.
Oleh karena itu, Tubagus menyatakan Komisi I DPR lebih setuju jika pemerintah membeli alutsista yang sesuia kondisi dan tepat digunakan. "Kita setuju TNI dilengkapi Alutsista yang canggih, tapi harus cocok dengan doktrin pertahanan dan karakter geografis/medan di Indonesia," tuturnya. (umi)
kalau mau beli tank gak usah banyak2 lah beli dikit aja buat gantiin tank lama, duit sisanya buat beli kapal perang & pesawat tempur krn lebih cocok dgn kondisi negara geografis indonesia.
"DPR jng banyak ngomong yg tau medan cuman TNI aj dah beliin aj tuch tank DPR bikin toilet buatan dalam negeri aj kan murah tuch 2M. Skalian pikirin tuch odong2 dipatenin ntar diambil malaysia lagi.
Aaiiisshhhh... si tb mantan tangan kira Soeharto yg sakit hati didepak dari TNI.. dengerin omongan si tb sama aja dengerin omongan!!! --- si tb = diem keliatan,, ngomong keluar.. wwkkwkwk... pram & tb sama aja;
jangan Tank Leopard-nya yg disalahin, ga cocok lah ma medan indonesia, akhhh... lagu lama tuh, yg namax Tank itu dirancang untuk segala medan. kecuali untuk dipake dijalan aspalx indonesia, ini pertanda kualitas aspal jalan di INA jelek.
besok besok kita suruh DPR untuk perang saja g usah dikasih alutsista atau senjata biar tahu rasanya, ketimbang nganggur dan tidur dikursi empuk menghabiskan uang rakyat saja...
DPR apa ceperan dari "OBAT KUAT, KALENDER, PEWANGI, KURSI IMPOR, TOILET, dlllll" belum cukuppp apa????? heh rakyat! dengerin omongan DPR sama aja dengerin omongan!!!