Fokus

Data Ekonomi China Buat Bursa Eropa Naik

IHSG hari ini ditutup menguat 1,15 persen

Selasa, 17 Januari 2012, 18:04 WIB
Syahid Latif
Pialang mengamati pergerakan saham (Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Investor di bursa saham Eropa sedikit lega pada pembukaan perdagangan hari ini. Data-data pertumbuhan ekonomi yang membaik dari industri logam China membuat saham-saham di Eropa menyentuh level tertinggi sepanjang 5 bulan terakhir.

Dikutip VIVAnews dari laman reuters.com, Selasa, 17 Januari 2012, indeks FTSE Eurofirst 300 yang merupakan indeks saham bursa Eropa tertinggi, ditutup menguat 0,8 persen menjadi 1.034,18 poin. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi sejak awal Agustus lalu.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal IV naik 8,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sejumlah ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan China hanya 8,7 persen.

Indeks STOXX Europe 600 Basic Resources pada pembukaan perdagangan bursa London hari ini merupakan indeks dengan kenaikan sektor tertinggi yaitu sebesar 1,5 persen.

Indeks MSCI world equity index (MIWD00000PUS) mengalami kenaikan sekitar 0,8 persen. Selain itu, nilai tukar euro terhadap dolar AS juga naik 0,5 persen menjadi $1,2729.

Kendati mengalami kenaikan, Direktor dari Seven Ivestment Management Justin Urquhart Stewart mengatakan krisis surat utang di kawasan Eropa bisa kembali menahan keuntungan yang diperoleh investor.

"Jangan terlalu banyak berharap kondisi lebih jauh, kita kini mengalami kekurangan informasi, yang bukan merupakan berita bagus. Kita bisa kembali ketika pertama kali memperoleh beberapa kabar buruk. Kita masih jauh dari solusi politik di Eropa," kata dia.

Sementara itu dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat sebesar 45,06 poin atau 1,15 persen ke level 3.954,75.

Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan. Sektor industri bahan dasar menjadi pemimpin kenaikan IHSG dengan besaran 1,74 persen, diikuti sektor industri campuran 1,51 persen dan sektor pertambangan sebesar 1,47 persen. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ