Fokus

Dahlan: PTDI Pimpinan Proyek Konverter Kit

Industri dalam negeri, BUMN dan swasta mampu menyediakan tangki dan konverter kit.

Kamis, 12 Januari 2012, 13:28 WIB
Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan
Menteri BUMN Dahlan Iskan (VIVANews/Nurcholios Anhari Lubis)

VIVAnews - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memimpin beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta untuk memproduksi konverter kit. Upaya ini untuk menghindari impor konverter kit guna mendukung program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas.

Beberapa BUMN yang menyatakan siap membuat konverter kit antara lain PTDI, PT Pindad, PT Boma Bisma Indra, Dok Perkapalan Surabaya, PT Inti, PT Krakatau Steel Tbk, PT Inka, dan PT Bharata Indonesia. Selain itu, terdapat 8
pabrikan swasta yang memiliki kemampuan membuat konverter kit.

"Kesimpulan kami bahwa industri dalam negeri, gabungan BUMN dan swasta mampu menyediakan tangki dan konverter kit untuk konversi BBM 100 persen," kata Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di Bandung, Kamis 12 Januari 2012.

Menurut Dahlan, nantinya pembuatan konverter kit tersebut akan dibagi-bagi, dengan PTDI ditunjuk sebagai pimpinan proyek. Kementerian BUMN menargetkan pada kuartal empat 2012 sudah dapat memproduksi 300 ribu konverter kit dan pada tahun-tahun selanjutnya kemampuan produksi diharapkan meningkat hingga satu juta konverter kit.

Saat ini, para produsen tengah menunggu kepastian pemerintah apakah akan konversi BBM ke Compressed Natural Gas (CNG) atau Liquid Gas for Vehicle (LGV). Namun, produsen menyatakan kesiapannya jika keduanya
diterapkan. "Kami siap dua-duanya. Tapi, rugi kan kalau disiapkan keduanya ternyata yang digunakan satu," katanya.

Produsen konverter kit ini, dia melanjutkan, mampu membuat konverter kit untuk mobil bermesin injeksi, mesin karburator, dan mesin diesel. Saat ini, semuanya masih menunggu kepastian pemerintah untuk teknis program
konversi BBM bersubsidi. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Program kaya gini harusnya yang pertama kali memakainya adalah Mobil Ke PRESIDEN an, mobil mentri2, mobil plat merah seluruh indonesia, setelah setahun baru rakyat ikut menggunakannya.. biar yang buat kebijakan yang merasakan lebih dan kurangnya..
Balas   • Laporkan
mahadewa19 | 16/01/2012 | Laporkan
Rakyat di suruh menghemat, tuh orang orang di pemerintahan mana ada yang mau di suruh berhemat, semuanya PARASIT yg menggrogoti uang rakyat.. WC aja sampe 2 Milyar, mikir woiiiii uang rakyat itu..
mybahri
12/01/2012
indonesia bisa. percayakanlah proyet itu pada perusahaan dalam negeri yang sudah berkelas dunia agar keamanan produknya lebih terjamin.
Balas   • Laporkan
tung
12/01/2012
Mirip kasus konversi mitan ke gas elpiji. Kompor dan tabungnya pada meleduk makan korban jiwa. Kali ini bakal lebih seru, yang meleduk mobil coy!
Balas   • Laporkan
mahadewa19 | 16/01/2012 | Laporkan
selip kecelakaan langsung meledak sebarisan, dari depan nyamber ke belakang, teruuuuuussssss sampe panjang..
irestiono | 12/01/2012 | Laporkan
Cek dulu gan gas yang meledak itu bukan tabungnya, tapi karena gas yang bocor dan tiadanya ventilasi. Sekarang kan udah jarang kompor gas meleduk karena masyarakat makin pintar. Kalo mobil pastinya aman karena yang punya mobil tentunya lebih pintar dan be
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ