Fokus

Dongkrak e-Toll Pass, Dahlan Ikut Berjualan

Direksi Bank Mandiri juga akan turun ke lapangan menjual e-Toll Pass.

Jum'at, 6 Januari 2012, 14:25 WIB
Syahid Latif, Iwan Kurniawan
e-Toll Card, kartu tol elektronik (VIVAnews/Sandy Adam Mahaputra)

VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan siap ikut membantu mempromosikan penjualan e-toll Pass--pendebitan otomatis setiap kali mobil melewati gardu tol tanpa harus berhenti untuk membayar--dengan terjun langsung ke lapangan. Dahlan akan ikut berjualan layanan elektronik tol itu untuk menggenjot penjualan yang ditargetkan mencapai 750 ribu unit dalam tiga bulan ke depan.

"Saya sanggupi. Untuk waktunya saya masih menunggu undangan direksi Bank Mandiri," kata Dahlan Iskan di Kementerian Negara BUMN, Jakarta, Jumat, 6 Januari 2012.

Menurut Dahlan, tak hanya dirinya yang akan terjun langsung berjualan e-Toll Pass. Jajaran direksi Bank Mandiri kabarnya juga akan ikut terjun langsung untuk mengkampanyekan penjualannya.

Dahlan menjelaskan dia telah bertemu langsung dengan Direktur Utama Bank Mandiri. Bank milik pemerintah itu mengungkapkan telah mempunyai sejumlah strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

"Misalnya, konsumen yang membeli alat itu pada bulan Januari-Februari akan mendapatkan diskon 10 persen. Bahkan, jika membeli Januari ini, diskonnya bisa 15 persen. Bank Mandiri juga menyiapkan undian, hadiahnya berupa gratis masuk jalan tol dalam beberapa waktu."

Dalam pertemuan itu juga, manajemen Bank Mandiri menyatakan kesanggupannya untuk meningkatkan penjualan menjadi 750 ribu unit hingga April 2012. Jika, pada tenggat waktu yang ditetapkan target penjualan tidak tercapai, maka kesempatan bagi bank lain untuk ikut memasarkan e-Toll Pass akan dibuka.

"Bank Mandiri merencanakan penjualan alat tersebut tetap oleh Bank Mandiri tetapi isi ulangnya bisa menggunakan bank apa saja," katanya.

Dari hitung-hitungan awal diketahui penjualan e-Toll Pass hingga 750 ribu unit bisa membuat rasio antrean mobil per gardu tol menjadi satu berbanding lima. Dahlan mengaku dirinya sudah mencoba langsung dan mengaku puas.

"Saya sudah coba alatnya dan saat melewati gardu benar-benar tidak berhenti, tapi melambat saja kecepatan 20 km per jam. Memang harus begitu," katanya. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ