Fokus

Diprotes, Rencana Gedung DPR Plus Spa Rp1,8 T

Pramono Anung: "Rencana pembangunan itu belum pernah diputuskan dalam rapat pimpinan."

Rabu, 1 September 2010, 22:28 WIB
Yuniawan Wahyu Nugroho
Rancangan gedung baru DPR yang bernilai Rp1,1 triliun (www.dpr.go.id)

VIVAnews - Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus menuai protes. Bukan hanya dari luar tetapi bahkan dari kalangan internal sendiri. Tak kurang Ketua dan Wakil Ketua DPR, Marzuki Alie dan Pramono Anung Wibowo menyatakan keberatannya.

Apalagi, ketika disebutkan bahwa di gedung tersebut akan dibangun fasilitas berleha-leha seperti spa dan kolam renang. Pramono Anung, misalnya, sampai menyatakan malu dengan rencana pembangunan gedung yang diperkirakan bakal menelan biaya Rp1,8 triliun tersebut. Ia berencana mengusulkan penundaan.

"Sebagai Pimpinan DPR, terus terang saya malu dengan rencana pembangunan gedung DPR yang baru," tulis mantan Sekretaris Jenderal PDIP itu di timeline twitter-nya, Rabu, 1 September 2010. "Rencana pembangunan gedung DPR itu belum pernah diputuskan dalam rapat pimpinan. Saya akan minta untuk dievaluasi atau ditunda."

Dia menilai pembangunan dengan dana sebesar itu mengusik rasa keadilan
masyarakat. "Tidak sensitif dan jauh dari rasa keadilan masyarakat," tweet Pramono. Apalagi, di dalam gedung megah itu direncanakan akan dibangun pula fasilitas rekreasi seperti kolam renang dan spa.  

Pramono menyatakan akan menggunakan wewenang yang dimilikinya untuk
menghentikan pembangunan. “Tak ada keputusan di DPR ini yang menjadi mutlak seolah tak bisa dibatalkan," katanya.

Dia meminta segera digelar rapat pimpinan membahas soal itu agar tidak berlarut-larut. Beberapa hal yang rencananya akan diusulkan dalam evaluasi
itu yakni soal pembangunan sarana relaksasi dan ukuran ruangan kerja anggota Dewan. "Ruangan 120 meter persegi itu terlalu besar," katanya. Luas itu sekitar empat kali lebih luas dari yang ada sekarang.

Dari luar DPR, yang menyatakan keberatan adalah Indonesia Corruption Watch dan Indonesia Budget Center. Kedua lembaga ini Rabu siang datang ke gedung DPR.  

Menggelar aksi teatrikal, membawa kolam renang terbuat dari plastik, para aktivis memerankan anggota DPR yang sedang berenang-renang plus mendapat pijatan ala spa.

Menurut Illian Deta Sari dari ICW, "Pembangunan itu menunjukkan tidak  sensitifnya DPR yang lebih memprioritaskan kepentingannya ketimbang persoalan rakyat."

Mengutip penelitian dari Kementerian Pekerjaan Umum, ICW menyatakan bahwa gedung DPR lama masih layak dipergunakan. Dengan anggaran sebesar itu, berarti setiap wakil rakyat menghabiskan anggaran Rp2,8 miliar untuk membangun ruang kerjanya. "Kalau uang sebesar Rp1,6 triliun digunakan untuk membangun sekolah akan dapat dibangun sekitar 32 ribu sekolah baru," ujarnya.

Toh, tidak semua anggota DPR merasa malu seperti Pramono. Menurut Wakil
Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Pius Lustrilanang, dengan adanya gedung baru itu anggota DPR tak perlu lagi menggelar rapat di luar. Karena, di dalamnya juga bakal dilengkapi restoran dan ruang lobi kelas satu. Di mata mantan korban penculikan Tim Mawar Kopassus ini, gedung baru tersebut benar-benar diperlukan untuk meningkatkan kinerja anggota DPR.

Pius membantah di dalamnya bakal ada fasilitas spa dan kolam renang. Toh, ia mengakui, bahwa dua fasilitas itu memang diusulkan pihak konsultan, tapi
belum dikonsultasikan dalam rapat BURT.  

Ketua BURT yang juga Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan gedung baru DPR itu tidak akan dilengkapi spa dan kolam renang. "Ngawur itu," tegasnya. Marzuki menuding kabar soal spa dan kolam renang itu merupakan bagian dari skenario untuk melemahkan dan menjatuhkan citra DPR.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mafia
31/12/2010
Buangsatttttttttttt semuanya wakil rakyat,...................
Balas   • Laporkan
oky
04/09/2010
Pius itu dulu orang idealis, ekarang setelah jadi DPR gak ubahnya kayak orang yang ditentangnya dulu, dasar muka badak !!! selalu pake alasan kinerja buat ngedapetin uang rakyat, kayak kerjanya udah yang paling bener sedunia.
Balas   • Laporkan
DPR =Dewan Perampas (uang) Rakyat. Setuju gak ???
Balas   • Laporkan
mafia | 31/12/2010 | Laporkan
setuju............tahn 2014 pada golput...ga usah percaya partai........
sato
03/09/2010
dulu sidang nggak perlu tempat mewah karena pemikiran ke arah kesejahteraan rakyat...sekarang aja pemikiran untuk kesejahteraan wakil rakyat
Balas   • Laporkan
anwari | 04/09/2010 | Laporkan
gmn klo rapatnya diadakan d istora senayan,kan sayang2 tuh dipakainya cm bbrp kali dlm sebln,sekalian merasakan panasnya matahari(jgn di AC melulu sebentar2 tdr-sebentar2 tdr)
OUZIL
03/09/2010
mungkin dah kebiasaan makan duit haram tu perutnya orang2 di DPR, jd diotaknya yg ada bikin jalan lurus menuju neraka jahanam..
Balas   • Laporkan
arismunandar1967 | 03/09/2010 | Laporkan
Setuju. Dan mrk tak akan dengarkan teriakan kita. Mata, telinga dan hati mrk sdh ditutup. Mrk serakah dan rakus.
anugrawati
03/09/2010
masih banyak rakyat hidup dibawah garis kemiskinan mengapa gedung dpr yang masih bagus mesti diganti dengan gedung yang mewah.mestix yang dipikirin gimana menciptakan lapangan kerja biar warga kita gak jadi budak di negri org.
Balas   • Laporkan
margon
02/09/2010
Bagus5 ... biar ga di corat coret Pong lagi ..(takut kali ye) semakin tinggi kan semakin sulit diintip wartawan ... rakyat sengsara ...ya biarin ...(satire) yang penting kita bisa heppy ... inilah akuuuuuu ...
Balas   • Laporkan
febri
02/09/2010
parah DPR indonesia ni... wajar klo indonesia ga bs maju2.... sngat menecewakan....
Balas   • Laporkan
kang slamet
02/09/2010
emang enak lu rakyat jelata....mangkanya jadi anggota dpr biar bisa seneng2 pake uang rakyat jelata kayak lu...
Balas   • Laporkan
abid Muaffan
02/09/2010
demi minengkatkan kinerja DPR sebagai wadah perwakilan rakyat. tidak salah akan pembangunan itu. tetapi lihat dulu perkembangan kinerjanya, kalau tidak absen, ngrumpi, tidur fb-an, mana tugas anda (DPR,red). Ingat tujuan anda di dpr adalah aman
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ